Citra Shopee Pasca Kasus Petisi Pemboikotan Iklan Versi Blackpink “12.12 Birthday Sale” di Media Online
Hi there! Di blog kali ini gue akan bahas Kasus Petisi Pemboikotan Iklan Shopee Versi Blackpink yang pernah viral pada masanya. Kita akan bahas mulai dari Pemberitaan Umum sampai kesimpulan. Let's get started!
A. Pemberitaan Umum dan Opini Publik
Salah satu informasi yang diterima oleh masyarakat, khususnya di Indonesia adalah terkait pemberitaan kasus petisi pemboikotan iklan Shopee versi BLACKPINK “12.12 Birthday Sale”. Dalam memperkuat brand agar tetap menjadi perusahaan e-commerce terdepan di Asia Tenggara, Shopee merayakan ulang tahunnya yang ketiga dengan mengadakan program kampanye “Shopee 12.12 Birthday Sale”. Kemeriahan ini dimulai dengan pengumuman resmi Brand Ambassador Regional pertamanya yaitu Blackpink. Sebagai bagian dari kemeriahan ulang tahunnya, mereka menyambut Blackpink girl group asal Korea yang memiliki reputasi yang kuat dalam kancah K-Pop dan musik internasional sebagai representasi yang sesuai dengan Shopee.
Setelah konser bersama Blackpink dalam rangka perayaan ulang tahun Shopee yang ke-3 itu menarik banyak perhatian anak muda dan iklan TV Commercial: Shopee “12.12 Birthday Sale” ditayangkan di 11 stasiun TV Indonesia, muncul sebuah petisi pada tanggal 7 Desember 2018 oleh Maimon Herawati dengan judul “Hentikan Iklan Blackpink Shopee” ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Shopee. Petisi tersebut berisikan pernyataan bahwa iklan Shopee yang menggunakan Blackpink tersebut tidak layak diputar di layar TV dikarenakan pakaian yang minim, mengumbar aurat, pakaian yang dikenakan tidak menutupi bagian tubuh paha, serta menunjukkan gerakan dan ekspresi yang provokatif.
Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1155497/psikolog-seksologi-petisi-iklan-shopee-blackpink-aksi-berlebihan B. Budaya yang melatarbelakangi
Petisi tersebut berisikan pernyataan bahwa iklan Shopee yang menggunakan Blackpink tersebut tidak layak diputar di layar TV dikarenakan pakaian yang minim, mengumbar aurat, pakaian yang dikenakan tidak menutupi bagian tubuh paha, serta menunjukkan gerakan dan ekspresi yang provokatif. Selain itu, Maimon juga menyatakan bahwa iklan Shopee tersebut menanamkan nilai buruk dan jauh dari cerminan nilai Pancasila yang beradab. Sejak program “12.12 Birthday Sale”, Shopee bekerja sama dengan 11 stasiun televisi untuk memutar iklan mereka dengan BLACKPINK. Namun, di dalam petisi Maimon dikatakan bahwa iklan tersebut sering diputar pada program anak-anak. Salah satu film anak-anak tersebut adalah Tayo di RTV. Tidak hanya mengkhawatirkan generasi penerus bangsa, Maimon mengungkapkan bahwa iklan menggunakan model wanita sama saja dengan objektifikasi tubuh perempuan yang di anggap sah-sah saja. Sehingga akhirnya Maimon menekan KPI untuk menghentikan/memboikot iklan Shopee tersebut demi menjaga masa depan generasi selanjutnya.
C. Realitas/aktualitas yang melatarbelakangi publik
Berikut aktualitas atau bukti kebenaran yang dilayangkan oleh pihak Shopee dan Surat Peringatan oleh pihak KPI:
D. Pimpinan (Opinion Leader)
Menurut saya Opinion Leader dalam kasus ini adalah Surat Peringatan yang ditandatangani oleh Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, Selasa (11/12/2018).
E. Penerangan Pimpinan
Penerangan pimpinannya dalam kasus ini adalah untuk penghentian iklan, Shopee menjelaskan bahwa sebetulnya iklannya memang dijadwalkan selesai pada hari Selasa, 11 Desember 2018. Iklan Shopee akan diganti dengan promo Shopee 12.12 dalam mengingat ulang tahun Shopee yang juga jatuh pada Harbolnas.
F. Kesimpulan
Diharapkan karena adanya masalah seperti ini, KPI bisa untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, yaitu main asal boikot tanpa mencari tahu seluk beluknya dan hanya melihat sebelah mata saja. Kemudian karena adanya masalah tersebut, munculah petisi tandingan yaitu “Tolak Penghapusan Iklan Blackpink “ yang sudah ditandatangani oleh cukup banyak masyarakat yang kurang setuju dengan adanya petisi untuk menurunkan iklan tersebut karena dinilai terlalu “lebay“. Memang dikarenakan budaya yang berbeda antar Negara dapat menyebabkan kesalahpahaman, maka dari itu kita harus menanamkan sikap toleransi kepada Negara lain juga dan belajar untuk mempelajari sedikit tentang budaya Negara lain supaya tidak akan terjadi lagi masalah-masalah seperti ini.







Komentar
Posting Komentar